Kelas Inspirasi Lombok jilid 3 edisi Jelajah Pulau..

Suara Kampung Timur // Setelah sukses menggelar Kelas Inspirasi Lombok 1di Kabupaten Lombk Barat,Lalu dilanjutkan dengan Kelas Inspirasi Lombok #2 di Tetebatu Lombok Timur.kini barisan relawan kelas inspirasi Lombok yang digawangi Surya Fira Yama (Karyawan swasta ),Fathul Rakhman ( Jurnalis ) dan beberapa volunter heboh lainnya,seperti Riza harlina,agus aji,ikha zain,suriani mursal,gogon journey,dll siap menggelar agenda Kelas Inspirasi Lombok#3 edisi jelajah Pulau.

Pendaftaran relawan Kelas inspirasi Lombok 3 edisi jelajah Pulau sudah mulai dibuka sejak tanggal 11 januari hingga 4 maret 2016.melalui website resmi kelas inspirasi lombok www.kelasinspirasilombok.org.

Menurut koordinator pelaksana kegiatan kelas inspirasi lombok 3 ,surya fira yama.agenda kelas Inspirasi kali ini berlokasi di beberapa gili di antaranya : Gili trawangan,gili Meno,Gili Air,Gili Beleq,Gili maringkik,Gili Asahan,Gili Gede.

Kelas inspirasi,adalah sebuah program turunan dari program Indonesia mengajar yang diinisiasi oleh Yayasan Indonesia mengajar sejak beberapa Tahun belakangan ini.jika program Indonesia mengajar mengirimkan relawan guru ke berbagai sekolah dasar di beberapa  pelosok terpencil  Tanah air untuk mengajar,beradaptasi,berinovasi untuk kegiatan pembelajaran dan membangun kreativitas dan cita-cita anak indonesia selama satu Tahun.berbeda halnya dengan Kelas Inspirasi yang hanya dilaksanakan selama satu hari di beberapa sekolah yang telah ditentukan dan layak menjadi target program.

menariknya,para relawan dari berbagai profesi yang berasal dari berbagai tempat diseluruh indonesia,hadir dengan dana sendiri baik untuk akomodasi,konsumsi dan transportasi hingga ke sekolah sasaran,sebab kegiatan kelas inspirasi ini memang dihajatkan sebagai kegiatan voluntary murni yang tidak menerima kerjasama sponsorship dengan pihak manapun.

walau demikian semangat dan antusias relawan tak sedikitpun berkurang,visi yang sama,gerakan turun tangan yang menjadi bendera bersama tanpa ragu menjadi kekuatan tersendiri untuk meluangkan waktu menemui wajah-wajah lugu dan belia murid sekolah dasar di berbagai belahan nusantara,mereka  generasi penerus bangsa,wajah indonesia di era mendatang.

selamat dan sukses para relawan kelas inspirasi lombok,juga relawan yang pernah hadir dan akan terlibat dalam rangkaian pelaksanaan kelas inspirasi lombok 3 edisi jelajah pulau.gerakan kalian layak ditiru oleh kaum muda lainnya yang merasa terpanggil untuk ikut andil membangun cita-cita anak negeri dengan inspirasi beragam profesi. 

Salam inspirasi Indonesia....!!!

Gerakan Tete Batu Menanam 2016



Pemuda menjadi elemen penting dalam pembangunan. Kalimat yang kerap didengungkan banyak pihak itu tampak nyata dalam aksi penghijauan di Tete Batu, Lombok Timur (Lotim) akhir pekan lalu.
***
WAHYU PRIHADI, Selong.Ratusan pemuda tampak bersiap sedari pagi. Di salah satu titik di lokasi wisata Tete Batu, mereka sibuk dengan urusannya masing-masing. Tanpa dikomando semua mengambil peran, tak mau ketinggalan untuk berbuat. Persiapan sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu, bahkan tak jarang sampai malam hari.
Mereka yang tampak bergerombol itu bukan hendak berdemonstrasi. Ada agenda yang menurutnya jauh lebih nyata dan bermanfaat dari pada sekadar unjuk rasa.
“Kami semua mau menanam pohon,” kata Sekretaris Panitia Gerakan Tetebatu Menanam 2016 Salman Hafiz.
Hari itu ia dan rekan lainnya tampak begitu bersemangat. Mereka yang tergabung dalam Aliansi Kelompok Sadar Wisata Tete Batu (Alpokat) merasa perlu berbuat memberikan aksi nyata. Komunitas Ekowisata Indonesia ( IEC ) wilayah Lombok juga turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Para pemuda itu tak sendirian. Mereka berhasil menggandeng sebuah perusahaan untuk membantu pengadaan ribuan bibit pohon. Semuanya akan ditanam di lingkar kawasan dan Zona Pemanfaatan Taman Nasional Gunung Rinjani ( TNGR ) Resort di Joben.
Hari itu para pemuda juga mampu merangkul pihak lain untuk berpartisipasi, diantaranya perwakilan pemerintah oleh Kadis Dikpora Lotim Mahsin, Danrem 162 Wirabhakti Kolonel CZI Lalu Rudy Irham Srigede, Anggota DPR RI HM.Syamsul Lutfi, Kepala Resort TNGR, Joben, Wasmat dan perwakilan PT.Bentoel Group : Eka Kurniawan Saputra.
Dia menuturkan kegiatan ini merupakan aksi nyata kepedulian lingkungan kelompok pemuda yang juga pelaku kegiatan ekowisata di Tete Batu. Kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong kepedulian dan aksi turun tangan secara terus menerus oleh berbagai elemen masyarakat lainnya untuk menjaga hutan,konservasi lingkungan hidup dan sumber mata air.
Sementara itu Danrem 162 Whirabhakti Kolonel CZI Lalu Rudy Irham Srigede menegaskan bahwa inisiasi seperti yang dilakukan kelompok pemuda dan masyarakat seperti aksi penghijauan ini sangat penting dan harus terus didukung. Menurutnya lingkungan hidup dan hutan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia.
“Salut dengan anak muda yang mau peduli,” katanya.
Pembukaan gerakan Tetebatu Menanam 2016, juga dirangkaikan dengan perkemahan Tetebatu Hijau sejak tanggal 2-3 Januari 2016. Kemudian pemberian santunan kepada 150 anak kurang mampu di sekitar kawasan Hutan TNGR, dan penanaman bibit Pohon oleh peserta yang hadir.termasuk Partisipasi Persatuan Guru Republik Indonesia 
( PGRI ) Lombok Timur. WAHYU PRIHADI(r3)


Foto : Raja Lombok
( sumber : Tropenmuseum Royal Tropical Institute Belanda )
KEDATUAN LAEQ SEBAGAI AWAL MULA NEGARA SASAK

“Lengan Laeq” itulah salah satu ungkapan populer bahasa sasak yang bermakna “ Sejak Zaman dulu”atau di sederhanakan  artinya menjadi “ sejak dulu”.
kata ini digunakan dalam bahasa sasak keseharian hingga sekarang,makna generalnya adalah “penunjukan terhadap waktu terjadinya sesuatu yang sudah lama berlalu” .ada kecurigaan tidak ilmiah saya bahwa kata “Laeq” lahir dan populer digunakan dalam bahasa sasak,karena kata ini disadur dari nama kedatuan ( kerajaan ) paling lama dan tertua yang dikenal leluhur bangsa sasak dan hal tersebut dinisbatkan dalam penggunaan ungkapan “Laeq” itu sendiri. Akan tetapi sekali lagi ini hanya kecurigaan tidak ilmiah saya,yang tentu tidak diperkuat dengan data,analisis dan hasil penelitian para ahli tertentu.

seandainya bahasa dan teori-teori sosiolonguistik cukup untuk dijadikan jawaban terhadap kegamangan sejarah tanah sasak,wabilkhusus menyatukan persepsi tentang kerajaan pertama dan tertua di lombok.”barangkali kedatuan Laeq” adalah jawabannya.

Dan di antara sumber sejarah yang bisa digunakan untuk menjelaskan asal usul dari Lombok adalah Babad Lombok. Menurut Babad Lombok, kerajaan tertua di pulau Lombok bernama Kerajaan Laeq. Tapi, sumber lain, yaitu Babad Suwung menyatakan bahwa, bahwa kerajaan tertua di Lombok adalah kerajaan Suwung yang dibangun dan diperintah oleh Raja Betara Indera. Setelah Kerajaan Suwung ini surut, baru muncul Kerajaan Lombok. Mana yang benar, Laeq atau Suwung? Hingga artikel ini ditulis , Semuanya masih dalam perdebatan.

Dalam salah satu versi sejarah yang berkembang,disebutkan bahwa  Pada awalnya, kerajaan yang berdiri adalah Laeq. Diperkirakan, posisinya berada di kecamatan Sambalia, Lombok Timur. Dalam perkembangannya, kemudian terjadi migrasi, masyarakat Laeq berpindah dan membangun sebuah kerajaan baru, yaitu kerajaan Pamatan, di Aikmel, desa Sembalun sekarang. Lokasi desa ini berdekatan dengan Gunung Rinjani. Suatu ketika, Gunung Rinjani meletus, menghancurkan desa dan kerajaan yang berada di sekitarnya. Para penduduk menyebar menyelamatkan diri ke wilayah aman. Perpindahan tersebut menandai berakhirnya kerajaan Pamatan.

Setelah Pamatan berakhir, muncullah kerajaan Suwung yang didirikan oleh Batara Indera. Lokasi kerajaan ini terletak di daerah Perigi saat ini. Setelah kerajaan Suwung berakhir, barulah kemudian muncul kerajaan Lombok. Seiring perjalanan sejarah, kerajaan Lombok kemudian mengalami kehancuran akibat serangan tentara Majapahit pada tahun 1357 M. Raden Maspahit, penguasa kerajaan Lombok melarikan diri ke dalam hutan. Ketika tentara Majapahit kembali ke Jawa, Raden Maspahit keluar dari hutan dan mendirikan kerajaan baru dengan nama Batu Parang. Dalam perkembangannya, kerajaan ini kemudian lebih dikenal dengan nama Selaparang.

Berkaitan dengan Selaparang, kerajaan ini terbagi dalam dua periode: pertama, periode Hindu yang berlangsung dari abad ke-13 M, dan berakhir akibat ekspedisi kerajaan Majapahit pada tahun 1357 M; dan kedua, periode Islam, berlangsung dari abad ke-16 M, dan berakhir pada abad ke-18 (1740 M), setelah ditaklukkan oleh pasukan gabungan kerajaan Karang Asem, Bali dan Banjar Getas.

Sebelum Abad ke 16 Lombok berada dalam kekuasan Majapahit, dengan dikirimkannya Maha Patih Gajah Mada ke Lombok. Pada akhir abad ke 16 sampai awal abad ke 17, lombok banyak dipengaruhi oleh Jawa Islam melalui dakwah yang dilakukan oleh Sunan Giri, juga dipengaruhi oleh Makassar. Hal ini yang menyebabkan perubahan agama di suku Sasak, yang sebelumnya Hindu menjadi Islam.

Pada awal abad ke 18 M, Lombok ditaklukkan oleh kerajaan Gel Gel Bali. Peninggalan Bali yang sangat mudah dilihat adalah banyaknya komunitas Hindu Bali yang mendiami daerah Mataram dan Lombok Barat. Beberapa Pura besar juga gampang di temukan di kedua daerah ini. Lombok berhasil bebas dari pengaruh Gel Gel setelah terjadinya pengusiran yang dilakukan kerajaan Selapang (Lombok Timur) dengan dibantu oleh kerajaan yang ada di Sumbawa (pengaruh Makassar). Beberapa prajurit Sumbawa kabarnya banyak yang akhirnya menetap di Lombok Timur, terbukti dengan adanya beberapa desa di Tepi Timur Laut Lombok Timur yang penduduknya mayoritas berbicara menggunakan bahasa Samawa.

Uraian di atas setidaknya bisa menunjukkan bahwa, kerajaan-kerajaan tersebut benar-benar ada, pernah berdiri, berkembang kemudian runtuh. Bagaimana informasi selanjutnya, seperti kehidupan sosial budaya masyarakat awam dan keluarga istana saat itu? Data sejarah yang ada belum banyak mengungkap fakta tersebut.

Menurut Lalu Djelenga, catatan sejarah yang lebih berarti mengenai kerajaan-kerajaan di Lombok dimulai dari masuknya ekspedisi Majapahit tahun 1343 M, di bawah pimpinan Mpu Nala. Ekspedisi Mpu Nala ini dikirim oleh Gajah Mada sebagai bagian dari usahanya untuk mempersatukan seluruh Nusantara di bawah bendera Majapahit. Pada tahun 1352 M, Gajah Mada datang ke Lombok untuk melihat sendiri perkembangan daerah taklukannya.

Menurut Djelenga, ekspedisi Majapahit ini meninggalkan jejak kerajaan Gel gel di Bali. Sedangkan di Lombok, berdiri empat kerajaan utama yang saling bersaudara, yaitu: kerajaan Bayan di barat, kerajaan Selaparang di Timur, kerajaan Langko di tengah, dan kerajaan Pejanggik di selatan. Selain keempat kerajaan tersebut, terdapat beberapa kerajaan kecil, seperti Parwa dan Sokong Samarkaton serta beberapa desa kecil, seperti Pujut, Tempit, Kedaro, Batu Dendeng, Kuripan, dan Kentawang. Seluruh kerajaan dan desa ini takluk di bawah Majapahit. Ketika Majapahit runtuh, kerajaan dan desa-desa ini kemudian menjadi wilayah yang merdeka.

Di antara kerajaan dan desa-desa di atas, yang paling terkemuka dan paling terkenal adalah kerajaan Lombok yang berpusat di Labuhan Lombok. Pusat kerajaan ini terletak di Teluk Lombok yang strategis, sangat indah dengan sumber air tawar yang banyak. Posisi strategis dan banyaknya sumber air menyebabkannya banyak dikunjungi pedagang dari berbagai negeri, seperti Palembang, Banten, Gresik, dan Sulawesi. Berkat perdagangan yang ramai, maka kerajaan Lombok berkembang dengan cepat.

Kedatangan Penjajah Belanda
Belanda telah datang dan berhasil menundukkan banyak kerajaan di nusantara. Watak imperialisme Belanda yang ingin menguasai seluruh jalur perdagangan di nusantara telah menimbulkan kemarahan Kerajaan Gowa di Sulawesi. Jalur perdagangan di utara telah dikuasai oleh Belanda. Untuk mencegah jatuhnya jalur selatan, kemudian Gowa berinisiatif menutup jalur selatan dengan menguasai Pulau Sumbawa dan Selaparang. Kedatangan penjajah Eropa juga membawa misi kristenisasi, karena itu, Gowa kemudian menaklukkan Flores Barat dan mendirikan Kerajaan Manggarai untuk mencegah kristenisasi tersebut.
Ekspansi Gowa menimbulkan kekhawatiran Gelgel. Untuk mencegah agar Gelgel tidak dimanfaatkan Belanda, maka Gowa kemudian mengadakan perjanjian dengan Gelgel tahun 1624 M, yang disebut Perjanjian Sagining. Dalam perjanjian diatur, Gelgel tidak akan mengadakan perjanjian kerjasama dengan Belanda, sementara Gowa akan melepaskan kekuasaannya atas Selaparang. Perjanjian ini tidak berlangsung lama, karena masing-masing pihak melanggar isi perjanjian tersebut.
Untuk mengimbangi Gelgel yang bekerjasama dengan Belanda, kemudian Gowa bekerjasama dengan Mataram di Jawa. Selanjutnya, dalam usaha untuk memperebutkan hegemoni, akhirnya pecah peperangan antara Gowa dan Belanda di Lombok. Dalam perang tersebut, Gowa mengalami kekalahan, hingga terpaksa menandatangani perjanjian dengan Belanda di Bungaya. Bungaya merupakan sebuah tempat yang terletak dekat pusat Kerajaan Gelgel di Klungkung, Bali, dan merupakan simbol dari dekatnya hubungan antara Gelgel dengan Belanda.

Konsekwensi kekalahan Gowa dari Belanda adalah, Gowa harus melepaskan seluruh daerah kekuasaannya di Lombok, Sumbawa dan Bima. Memanfaatkan kekosongan Gowa tersebut, Gelgel kembali mencoba menaklukkan Selaparang, namun selalu menemui kegagalan.

Walaupun Selaparang telah berhasil mengalahkan Gelgel, namun, wilayah kerajaan ini belum sepenuhnya aman dari ancaman eksternal. Dalam perkembangannya, kemudian berdiri dua kerajaan baru pada tahun 1622 M, yaitu Kerajaan Pagutan dan Pagesangan. Untuk mengantisipasi ancaman, kemudian Selaparang menempatkan sepasukan kecil tentara untuk menjaga perbatasan di bawah pimpinan Patinglaga Deneq Wirabangsa.

Ternyata, kehancuran Selaparang bukan karena serangan dua kerajaan kecil ini, tapi akibat serangan ekspedisi tentara Kerajaan Karang Asem tahun 1672 M. Pusat Kerajaan Selaparang rata dengan tanah, sementara keluarga kerajaan semuanya terbunuh. Sejak saat itu, Kerajaan Karang Asem menjadi penguasa tunggal di Lombok.

Hingga kini banyak yang masih bingung tentang asal muasal kedatuan di bumi sasak,hal ini tentunya karena sejarah yang simpang siur,bukti sejarah berupa artefak,naskah kuno,bangunan kuno dan keterangan serta petunjuk lainnya tak memadai,atau bisa jadi sebenarnya memadai hanya saja dibiarkan musnah,tak terpelihara sehingga selesai begitu saja. Bahkan ada sebagian kalangan yang mulai apatis dan menghembuskan issue bahwa kerajaan sasak tidak pernah ada karena tidak memiliki bukti autentik seperti kesultanan Bima,kesultanan sumbawa dan kerajaan lainnya di provinsi ini.tentu ini seharusnya menjaditugas MAJELIS ADAT SASAK ( MAS ) sebagai lembaga senior yang fokus menangani so’al warisan budaya dan tradisi sasak.namun harapan-harapan itu rupanya hanya isapan jempol karena produktivitas MAJELIS ADAT SASAK ( MAS ) terkait penertiban sejarah,adat,budaya dan tradisi mulai diragukan karena memang tak banyak berbuat untuk menerbitkan aturan,fatwa atau kebijakan strategis terkait hal tersebut.

Mari kita menunggu,kapan saatnya sejarah tanah “Lombok Mirah Sasak Adi” ini menjadi lengkap dan jelas.tak melahirkan pemaparan dan analisis yang multitafsir sehingga membingungkan generasi sasak ke depan.....”semoga saja”...


SALMAN HAFIZ ABDUSSAMAD

Ditulis dari berbagai sumber 
“Tak Henti bergerak ,melawan Sampah”

Suara KampungTimur /// Sejak dicanangkannya gerakan Tetebatu Bebas sampah dalam event yang dilaksanakan bertepatan dengan Peringatan Hari sumpah Pemuda 28 Oktober 2015 Lalu. Di kawasan wisata Tetebatu.kini seluruh komponen masyarakat yang peduli khususnya mereka yang bergerak dibidang pariwisata dan pendidikan terus berbenah memulai ikhtiar untuk melanjutkan gerakan menjadikan kawasan wisata Tetebatu bebas sampah plastic.

TETEBATU ZERO PLASTIC MOVEMENT,atau gerakan Tetebatu Bebas sampah plastic yang digagas oleh Kelompok sadar wisata PESONA RINJANI Desa Tetebatu Selatan dan melibatkan seluruh kelompok sadar wisata yang berada di kawasan wisata Tetebatu di bawah Bendera ALPOKAT ( Aliansi Pokdarwis Kawasan wisata Tetebatu ) sukses melibatkan seribu lebih peserta dalam event tersebut.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Ketua DPRD Lombok Timur H.M.Khairul Rizal,ST.M.Kom dan dihadiri beberapa pimpinan instansi terkait termasuk Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia ( KNPI Lombok Timur ) dr.H.Kurnia Akmal.diawali dengan apel sumpah Pemuda di Halaman SMPN 3 Sikur.kemudian dilanjutkan dengan memungut sampah secara missal bersama ribuan relawan yang berasal dari berbagai elemen di antaranya : masyarakat Desa Tetebatu Selatan,Pemuda NW NTB,Komunitas Pembelajar,Santri Ponpes NW Toya Aikmel,Santri Ponpes Nurussalam Tetebatu,Siswa SMPN 3.

Setelah selesai agenda memungut sampah ,acara dilanjutkan dengan dialog pengembangan kawasan wisata berbasis lingkungan bersama Asosiasi Kelompok sadar Wisata ( ALPOKAT ) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lotim dan berbagai elemen lainnya di Lesehan Cahaya Tetebatu.
Kegiatan yang juga didukung oleh berbagai elemen lintas sektoral di antaranya TRASH HERO INDONESIA,BPPD Lotim,KNPI,Pemuda NW NTB,BUdpar Provinsi NTB ,dan beberapa penginapan,bungalow,dan restarurant di kawasan wisata Tetebatu ini bertujuan untuk terus mendorong upaya menjadikan kawasan wisata Tetebatu sebagai kawasan wisata yang bersih,sehat dan ramah Lingkungan.

Tak hanya itu ,gerakan lanjutan pasca seremonial tersebut juga sudah dipersiapkan,dengan focus pada upaya tersistem dan dalam bentuk aksi nyata memulai mengelola sampah plastic dengan berbagai metode.

Ketua DPRD Lombok Timur H.M.Khairul Rijal,ST.MKom,dalam sambutannya menegaskan bahwa kawasan wisata sudah seharusnya memikirkan bagaimana upaya dan inisisasi strategis untuk pengelolaan sampah,karena kebersihan dan kesehatan lingkungan adalah daya tarik tersendiri bagi para wisatawan baik local maupun mancanegara untuk mengunjungi destinasi tersebut.tak hanya itu bebas sampah juga akan berdampak sangat positif bagi semua kalangan bukan hanya sector pariwisata.


                               Kenapa Harus Ekspedisi Tetebatu-Rinjani ?

Pertanyaan ini mungkin tiba-tiba muncul dibenak kita,benak kami dan fikiran anda ketika mendengar ide tentang pelaksanaan ekspedisi Tetebatu-Rinjani.lalu siapa dan kapan akan dilaksanakan ,siapa yang terlibat juga bagaimana potensi pengembangan kawasan wisata Tetebatu dan sekitar pasca dibukanya jalur pendakian tersebut.
Kegiatan Survey pendakian jalur trekking selatan rinjani,yang bertujuan untuk mengejar masa depan dan peluang yang sudah di depan mata dengan membuka jalur pendakian menuju puncak rinjani langsung dari kawasan wisata Tetebatu ini adalah langkah awal dari proses panjang yang membutuhkan komitmen ,kebersamaan dan kerjasama semua pihak untuk menjadikan Tetebatu sebagai destinasi pariwisata utama di kabupaten Lombok Timur.

“ EKSPEDISI TETEBATU-RINJANI 2015”,adalah sebuah program ekspedisi survey untuk membuka jalur trekking menuju puncak rinjani langsung dari kawasan wisata Desa Tetebatu ( Pintu Selatan ) yakni melalui Dusun Orong Gerisak Desa Tetebatu.kegiatan ini direncanakan akan digelar tanggal 11 s/d 14 September 2015.dilaksanakan oleh TIM EKSPEDISI TETEBATU-RINJANI yang merupakan gabungan dari beberapa komunitas Trekking club rinjani yang tergabung dalam TETEBATU TREKKER CLUB.juga Asosiasi Kelompok Sadar Wisata Kawasan Utara yang terdiri dari POKDARWIS Nuansa Alam Tetebatu Selatan, POKDARWIS PESONA RINJANI Tetebatu Selatan, POKDARWIS Tetebatu,POKDARWIS Kembang Kuning,dan POKDARWIS Desa Jeruk Manis.

Kami juga mengajak dan melibatkan semua pelaku pariwisata yang ada di kawasan wisata Desa Tetebatu dan sekitarnya.para pemilik Resort,Hotel,Penginapan,Bungalow,guest house,restaurant,warung,biro travel dan Tour Organizer.karena baik langsung maupun tidak langsung keberhasilan program ini akan sangat berdampak bagi perkembangan sektor pariwisata dan sektor-sektor lain pendukungnya yang berperan penting dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

PELUANG DAN TANTANGAN

Setiap program Baru tentu memiliki sisi yang beragam,mulai dari kekurangan,kelebihan,prospek,tantangan,bahkan hal-hal kecil yang berakar dari rumitnya membangun konsolidasi baik eksternal maupun internal diantara para pelaku wisata di kawasan Tetebatu dan sekitar.

Beberapa peluang pembukaan jalur baru trekking rinjani melalui Tetebatu antara lain :

·   Pelaku pariwisata di kawasan ini tidak lagi harus mengirim tamu trekking ke pintu masuk rinjani lainnya baik sembalun,senaru atau timbanuh.tapi terbukanya jalur ini dapat menjadi alternative tambahan dan pelengkap beberapa jalur pendakian tersebut.

·   Potensi tingginya angka kunjungan wisatawan ke Kawasan Tetebatu dan Sekitarnya lebih terbuka karena program semakin lengkap,beragam dan variatif.

·   Adanya pintu masuk ( Gate ) baru ke gunung rinjani yang tentu akan membuka peluang kerja bagi masyarakat.karena akan dibutuhkan banyak porter,petugas Gate,konter penjualan Tiket,trekking management,penyewaan alat pendakian,akomodasi pendakian,dan beberapa pendukung lainnya yang tentunya sangat berdampak bagi peningkatan kesejahteraan rakyat.

·   Trekking dari Tetebatu,tentu akan menjadi pilihan alternatif yang rasional bagi para wisatawan .karena Tetebatu dekat dengan berbagai akses wisata,mudah dijangkau ,dekat dengan Bandara International Lombok,dan sudah popular sebagai destinasi wisata pedesaan gunung sejak lama sehingga sangat mudah untuk melakukan promosi tentang jalur baru tersebut.

·   Menurut sejarahnya,dan penuturan dari beberapa trekker tradisional ,atau para pemburu ( Bahasa sasak : Penyeran ).yang seringkali masuk ke gunung rinjani melalui hutan di utara Dusun orong gerisak dan perempungan ( kawasan Tetebatu ).jalur trekking ke Rinjani dari Tetebatu tidak ekstrim atau dapat dengan mudah dilalui para pendaki,lebih cepat dan termasuk rute dengan tingkat keamanan yang cukup memadai.( catatan : Beberapa dari Pemburu tersebut juga sudah siap bergabung bersama Tim Ekspedisi ).

·   Ekspedisi ini adalah bagian dari beberapa rangkaian skema promosi besar untuk meningkatkan kunjungan para wisatawan baik local maupun mancanegara ke Kawasan wisata Tetebatu,membuat mereka lebih lama dan senang mengikuti beragam program di kawasan ini.

·   Tingkat Hunian dan kunjungan hotel,resort,penginapan,bungalow dan kunjungan di restaurant,warung dan beberapa destinasi andalan di kawasan wisata ini juga dapat meningkat dengan dibukanya jalur pendakian alternative tersebut.

Sedangkan Beberapa Tantangan rangkaian program  ekspedisi ini antara lain

·   Sulitnya membangun koordinasi antar sesama  pelaku wisata di kawasan wisata Tetebatu dan sekitarnya.
·   Banyak dari para pelaku wisata cenderung bersifat individual dan apatis , dengan gebrakan bersama yang justru sebenarnya akan sangat menguntungkan bisnisnya.hal ini perlu dihindari karena walau bagaimanapun pariwisata harus dikelola dengan kesadaran bersama,keterlibatan semua pihak,sejajar ( tidak ada underestimate dan upper estimate ).

·   Pembukaan jalur trekking baru tentu akan berhadapan dengan birokrasi Taman Nasional,Birokrasi pemerintahan dan sebaginya.namun lebih dari itu jika kebersamaan dan komitmen dibangun antar semua pelaku wisata di kawasan ini.kita semua sepakat untuk mewujudkan Tetebatu sebagai salah satu pintu masuk menuju kawasan Rinjani.semuany sangat mungkin untuk dilakukan.

·   Finansial dan pendanaan terkadang sangat rumit untuk digalang apalagi untuk menggagas program baru.tapi kami meyakini dan mempercayai alasan financial bukan menjadi persoalan penting ketika kebersamaan,dukungan,komitmen semua pihak dapat dibangun dengan maksimal.

Akhirnya semua kegiatan,program dan hal-hal baru dan juga potensial yang bisa  kita lakukan bersama takkan mungkin terwujud tanpa dukungan semua pihak.seringkali hari ini kita hanya berharap kepada nama-nama superior dan tangguh di kawasan wisata ini ( menurut pendapat kita ) lalu under estimate ( menganggap rendah ) nama-nama yang tak superior tetapi memiliki visi luar biasa,berjuang luar biasa dan bertindak dalam segala keterbatasannya untuk kemajuan kawasan ini.rasanya ini sangat tidak bijak dan harus dihabisi.

Hari ini dan esok adalah momentum dan era kerjasama yang dilandasi kesejajaran,kesamaan visi,kesamaan tujuan,dan saling memahami untuk mewujudkan Pariwisata Tetebatu yang benar-benar mampu menjamin kesejahteraan rakyat.menjamin masa depan Kita.


SALAM LESTARI   !!!!!!!!
PRESS RELEASE

Ekspedisi Tetebatu-Rinjani.I.Alhamdulillah dengan segala Keterbatasannya sudah tuntas dilaksanakan.kegiatan pendakian yang ditujukan untuk membuka jalur trekking baru langsung dari kawasan wisata Tetebatu menuju puncak rinjani ini telah berjalan sesuai dengan deadline kegiatan yang telah dipermaklumkan kepada semua pihak.yakni dari tanggal 11-14 september 2015.

Kegiatan ini diikuti oleh 12 orang anggota TIM yang dipimpin oleh coordinator lapangan ( sdr.BRAM RAMLI ),dan diikuti juga oleh 1 orang pendaki gunung ( wisatawan mancanegara) asal Australia.
Keterbatasan Dana pendukung membuat koordinasi dan konsolidasi untuk pelaksanaan kegiatan Ekspedisi Tetebatu rinjani ini cukup menemukan kesulitan,namun tak mau terhalang oleh hal itu TIM ekspedisi tetap semangat untuk berangkat menemukan jalur pendakian baru menuju puncak Rinjani.

Berangkat sekitar pukul 07.00 pagi ( pada tanggal 11 september 2015 ) Tim memulai pendakian dari kawasan hutan orong gerisak ( TNGR ) dengan menempuh jalur perdana yakni “ Orong Boroq”.dan terus menuju utara.menurut BRAM RAMLI coordinator Lapangan Pendakian,ekspedisi dari kawasan Tetebatu menuju puncak Rinjani sebenarnya seperti mengulang jejak sejarah para orang tua terdahulu,apalagi para pemburu dan mereka yang seringkali keluar masuk Hutan untuk berbagai keperluan hidup.sehingga perjalanan ekspedisi ini tak menemukan kesulitan yang cukup berarti.hanya saja sesuai dengan kesepakatan rute awal.pada ekspedisi perdana ini tugas Tim adalah menemukan setengah jalur ( hingga ke RIM ) dan pada Ekspedisi berikutnya akan dilanjutkan dengan pencarian jalur menuju Segara Anak dan Puncak Rinjani.akhirnya setelah menempuh 6 jam perjalanan dari “orong boroq” kemudian ke “Pondok Belanda” TIM Ekspedisi akhirnya bermalam dan mengakhiri pendakian di “Gunung Sangkareang”,yang merupakan puncak kedua tertinggi di pulau Lombok.dengan ketinggian sekitar 2700 Mdpl.

Ekspedisi ini juga memasang plat Tanda Jejak ( terbuat dari Plat Seng dengan cat warna merah,berbentuk tanda panah ) untuk memudahkan pendakian kedua ( Ekspedisi Tetebatu-Rinjani jilid.II ).dan setelah menginap 1 malam di puncak “gunung sangkareang”TIM Ekspedisi kembali turun gunung.

Atas Nama Seluruh Panitia dan TIM Ekspedisi Tetebatu-Rinjani.I. saya salman hafiz ( sekretaris Panitia ekspedisi) mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini.para Donatur ( pemilik akomodasi di kawasan wisata Tetebatu ) yang telah memberikan bantuan Dana ( Green Orry Inn,Tetebatu Mountain Resort,Lesehan Cahaya Tetebatu,Kembang kuning Cottages,dll yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu ) juga kepada individu-individu ( Bapak Zohri Rahman,MH.Bapak Raden Nino Soedjono ,Bapak Mas’ud dan Bapak Kusma Adenan ) yang terlibat aktif dalam ide,gagasan,perencanaan dan pelaksanaan kegiatan ini.kami persembahkan jempol raksasa dan jutaan Apresiasi.khususnya kepada satu-satunya supporter dari lembaga pemerintah yakni BPPD kabupaten Lombok Timur.terima kasih atas dukungan dan pembinaannya.
Kami menyadari apa yang kami lakukan hanyalah langkah awal yang masih membutuhkan kerja keras,dan ribuan lengkah berikutnya,oleh karena itu saran,pendapat,bimbingan dan dukungan mooril serta materil masih sangat dibutuhkan untuk menuntaskan misi ini.
Dan perlu kami permaklumkan bahwa tidak boleh ada pihak manapun,atau individu manapun yang menggunakan hasil ekspedisi ini baik berupa dokumentasi foto dan video serta catatan perjalanan lainnya untuk kepentingan apapun ( baik penggalangan dana,klaim program dan lain sebagainya ) selain panitia pelaksana Ekspedisi Tetebatu Rinjani yang telah dibentuk dan disepakati bersama BPPD Kabupaten Lombok Timur sebelum Ekspedisi berlangsung.hal ini untuk menghindari kekeliruan dan miskoordinasi antar berbagai pihak terkait kegiatan ini karena kami mengakui masih banyak pihak dan instansi pemerintah terkait yang belum mengetahui dan kami belum berkoordinasi langsung dengan mereka di antaranya : Dinas kebudayaan dan Pariwisata Lombok Timur,TNGR,BASARNAS,PMI,dll.Insya Allah setelah laporan rampung kami bersama seluruh Anggota TIM dan Panitia Pelaksana akan berkoordinasi langsung dengan beberapa Instansi tersebut diatas. 


Lebih dari Itu Kami sedang mempersiapka Rencana Pendakian ( Ekspedisi Tetebatu-Rinjani jilid.II ),dimana pendakian ini bertujuan untuk menuntaskan misis sebelumnya yakni menemukan jalur dari puncak “ Gunung sangkareang” menuju danau segara anak dan Puncak Rinjani.tak hanya itu perangkat perizinan dan perengkat promosi dan Publikasi lainnya juga tengah kami persiapkan.namun masih belum rampung karena pembenahan internal antar kelompok khususnya kelompok sadar wisata yang ada di kawasan Wisata Tetebatu dan sekitarnya.

Dan perlu kami permaklumkan,bahwa publikasi ini sebesar-besarnya bertujuan untuk memberitahukan khalayak banyak bahwa Jalur pendakian menuju puncak rinjani dari kawasan wisata Tetebatu dan sekitarnya memang ada dan sejak jaman penjajahan Belanda pernah dilakukan oleh para leluhur kita bangsa sasak.bahkan menurut beberapa saksi sejarah dan mereka yang mendapatkan cerita turun temurun dari orang tua yang pernah mendaki gunung rinjani melalui Tetebatu.Pendakian puncak rinjani dari Tetebatu “ SANGAT MUNGKIN,MEDANNYA TIDAK TERLALU EKSTRIM DAN SANGAT BISA DILAKUKAN DAN DIBUKA UNTUK UMUM”.

Akhirnya kami berharap,rangkaian kegiatan ini difahami sebagai niat baik dan ikhtiar baik bersama seluruh komponens pariwisata di kawasan wisata Tetebatu untun meningkatkan kesejahteraan rakyat,menjadikan Tetebatu dan Lombok timur sebagai Destinasi Pariwisata yang mampu mendongkrak PAD.

Semoga apa yang kami sampaikan dapat menggugah semua pihak untuk memudahkan segala upaya kami untuk memajukan dunia pariwisata kabupaten Lombok timur khususnya kawasan wisata tetebatu tercinta.

SALAM HORMAT DAN SALAM LESTARI….!!!!!



Foto : Tim Ekspedisi Tetebatu Rinjani
yang dikomandoi BRAM RAMLI ( Kord.Umum )

Foto : Rinjani dari Puncak Gunung Sangkareang.
 ( Foto by : Tim Ekspedisi Tetebatu-Rinjani 2015 )












  PENGUMUMAN KETENTUAN SPONSORSHIP
EAST LOMBOK SUMMER FESTIVAL 2015

               
  Berikut berbagai paket sponsorship Event " EAST LOMBOK SUMMER FEST 2015"
  yang disediakan oleh Panitia :

FASILITAS
SPONSOR PUBLIKASI
SPONSOR PEMBUATAN POSTER/FLYER/BACKDROP
1. Logo dan nama sponsor tercantum pada backdrop Festival
V
V
2. Logo dan nama sponsor tercantum pada poster dan flyer Festival
V
V
3. Nama perusahaan atau nama produk disebutkan oleh MC selama acara berlangsung.
V
V
4. Diperkenankan menyebarkan brosur atau flyer di area kegiatan dan titik tertentu di kabupaten Lombok Timur.
V
V
5. Diperkenankan memasang spanduk sponsor sebanyak 2 buah di Area kegiatan dan kawasan wisata Tetebatu
V
V

Sponsor alternatif:
Apabila dari pihak sponsor ingin mengadakan kerjasama di luar paket yang disediakan oleh panitia, maka sponsor dapat masuk ke dalam kategori sponsor alternatif. Pada kategori ini, fasilitas yang disediakan dan timbal balik yang diberikan dapat dinegosiasikan lebih lanjut.
Apabila ada pertanyaan lebih lanjut dapat menghubungi:

Sekretariat :
LESEHAN CAHAYA TETEBATU/CAHAYA TOURISM INFO CENTRE
Salman Hafiz  ( Ketua Panitia ) Mobile Contact : 082340222786
Jln.Air terjun Jeruk Manis –Tetebatu Lombok Timur
e-mail : hafizt4allside@gmail.com

Calendar Event " East Lombok Summer Festival 2015"

NO
Jenis Agenda /Kegiatan
Bulan / Month of Event
Mei
Juni
Juli
Agustus
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
Committee meeting,Fundrising,Iklan Video
















2
Social Media campaign ( Fb,Twitter,Youtube)
















3
Media Campaign ( TV Lokal,Newspaper )
















4
Sponsor and Partnership Meeting
















5
Koordinasi Representatif & Pemasangan Atribut
















6
Penjualan Ticket  Paket SUMMER Fest
















7
Presentasi dan Ekspose ( Wabup,Budpar,BPPD )
















8
Committee Evaluation,Check List & Final Meeting
















9
Opening Ceremony
















10
Pertunjukan Seni dan Budaya ( Art Perform )
















11
Wayang Kulit Sasak
















12
Indie Label Live in Concert
















13
Drama  Sasak / Rudat Gerung
















14
Pepaosan & Pakon Mystical Dance
















15
Traditional Fashion Show
















16
Pemilihan Duta Pariwisata Lombok Timur
















17
Bhakti Sosial Kesehatan
















18
Tetebatu Go Green Movement
















19
Tetebatu Without  Drugs Campaign
















20
Tetebatu Without HIV/AIDSS Campaign
















21
Tetebatu Summer EXPO 2015
















22
Summer Funny Competition
















23
Free Art Painting Festival
















24
Pawai Budaya 17 Agustus
















25
Apel Rakyat 17 Agustus 2015 / Closing Ceremony ELSF
















Description: 2222